South
Kita pernah bersatu,menyamakan pikiran dan tujuan,kita pernah selalu mengasingkan satu sama lain, kita pernah memimpikan hal yang sama, kita pernah berhayal tentang masa depan, kita yang selalu berbicara tentang kita, tapi kita yang tidak kenal satu sama lain, kita yang bermain-main dengan rasa yang tidak pasti, aku yang mengicaukan hal-hal yang tidak penting dan kamu yang menanggapi kicauanku hingga menjadikan ketidak pentingah itu sebagai suatu hal penting yang menghibur, aku menikmatinya, smoga kamu juga menikmatinya.
Aku menulis ini dengan rasa senang, dan semoga kamu membaca ini dengan rasa senang juga, bukan untuk di kenang, lalu bersedih, mari kita kenang yang sudah-sudah dengan tawa, minimal senyumanlah jika kamu tidak sedang ingin tertawa.Kicauan tentang pelaut dan senja.
Aroma laut tercium, deru ombak menabrak batu karang seperti dentuman sner drum, dua ekor elang mengepakan sayap terbang memingkar di langit yang sedang berwarna kemerah-merahan. Awan menepi, memberi jalan kepada cahaya senja yang kemerah-merahan itu, senja ini sangat cocok ia nikmati dengan lagu koboi-koboi atau lagu reggae sepertinya asik. Senja itu tenggelam secara perlahan, seakan malu-malu untuk menyembunyikan sinarnya, perlahan turun turun turun hingga langit berubah warna menjadi hitam kebiruan, tidak ada lagi senja kemerah-merahan yang indah itu, hawa dingin mulai menyelimuti, ia kenakan jaket parka tebal yang cukup untuk melindunginya dari dekapan angin malam, sambil beranjak pergi ia bergumam "selamat tinggal senja, terimakasih"
Komentar
Posting Komentar